Ibu Ketua dan Pengurus Cabang XXXIII menghadiri Safari Ramadhan Panglima TNI di Grup 1 Kopassus




Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan sejarah TNI dan Polri tidak bisa dipisahkan dari perjuangan ulama dan santri di Indonesia. Proses perjuangan kemerdekaan adalah perjuangan antara ulama dan santri, yang melahirkan institusi yang disebut TNI.
Gatot mengatakan, selama bertahun-tahun, perjuangan Indonesia masih bersifat kedaerahan dan dilakukan sendiri-sendiri. Beberapa tokoh perjuangan, seperti Cut Nyak Dhien, Tuanku Imam Bonjol, dan Sisingamangaraja, berjuang untuk daerah masing-masing.
Namun, saat para ulama merapatkan barisan dan kemudian masuk Budi Utomo pada 1928, umat disatukan bersama-sama dengan Sumpah Pemuda. Gatot menyebut di situ ada fatwa dan perintah ulama agar santri juga bersatu.
Bahkan, menurutnya, sebelum TNI lahir, perjuangan rakyat dipimpin para ulama. Dengan gotong royong, perjuangan sejak 1928 sampai 1945, Indonesia dapat merdeka.
"Ini yang saya katakan tidak bisa dilepaskan antara TNI dengan para ulama di mana pun juga," kata Gatot saat melakukan safari Ramadan di lapangan Grup 1 Kopassus, Kota Serang, Jumat (16/6/2017).

Pertandingan Volly Ball Dalam HUT RI ke 71

Pandeglang, 10 Agustus 2016. Dalam rangka memperingati hari ulang Tahun Republik Indonesia ke 71 Tim Bola Volly Persit Kartika Chandara Kirana Cabang XXXIII/ Kodim 0601/Pandeglang mengikuti pertandingan Volley Ball. Hadir dalam kesempatan tersebut Dandim 0601/Pandeglang Letkol Inf. Ganiahardi untuk memberikan dukungan support/ semangat kepada tim volley Ball Persit Kartika Chandara Kirana Cabang XXXIII.

MARS PERSIT KARTIKA CHANDRA KIRANA

MARS PERSIT KARTIKA CHANDRA KIRANA
Cipt : A Tampubolon 4/4

Bersatulah Kartika Chandra Kirana
Membantu Memupuk Membangun
Mendorong Suami ke Medan Juang
Untuk Nusa Dan Bangsa
Berikanlah Semangat Kepada Tugasnya
Mempertahankan Indonesia
Hiduplah Kartika Chandra Kirana
Hiduplah Bersaudara
Untuk S’lama-lamanya.
LAMBANG PERSIT KARTIKA CHANDRA KIRANA


1. Maksud. Lambang Persit Kartika Chandra Kirana dimaksudkan untuk :Menggambarkan cita -cita serta kewajiban istri anggota TNI Angkatan Darat yang tergabung dalam Persit Kartika Chandra Kirana.Mencerminkan pola kehidupan, Asas dan tujuan Persit Kartika Chandra Kirana.

2. Makna. Cita-cita serta kewajiban Persit Kartika Chandra Kirana digambarkan dalam lambangnya dengan makna :

a. Bunga Wijaya Kusumah dengan kelompok daun. Melambangkan perjuangan Persit Kartika Chandra Kirana yang berazaskan Pancasila.

b. Bokor Kencana dengan cerana sesaji. Melambangkan kebaktian. Keris Pusaka berlekuk lima. Melambangkan senjata Pamungkas, Lekuk lima, pesan dari lima kalimat Sumpah Prajurit.

c. Bulu. Melambangkan Kecendikiaan

d. Rantai Penguat. Melambangkan Persatuan.

e. Kartika Eka Paksi yang digambarkan di antara Bunga Wijaya Kusuma serta rangkaian Padi dan Kapas. Melambangkan Persit Kartika Chandra Kirana berjuang untuk keagungan TNI-AD.

f. Pita dengan tulisan Persit kartika Chandra Kirana yang mengikat padi dan kapas. Melambangkan Persit Kartika Chandra Kirana serta mewujudkan kesejahteraan dan kemampuan TNI AD dalam melaksanakan tugas.

g. Mata rantai berjumlah 17, bunga kapas berjumlah 8, padi berjumlah 45, Melambangkan perjuangan Persit Kartika Chandra Kirana di jiwa oleh semangat 17 Agustus 1945.
h. Warna. Warna yang terdapat pada lambang Persit melambangkan sifat :
1) Merah : Keberanian yang gagah perkasa
2) Putih : Kesucian tanpa pamrih
3) Kuning : Keluhuran yang bijaksana dan cendekia
4) Hitam : Kemantapan, keteguhan dan kekekalan
5) Hijau : doa, harapan dan kepercayaan

Arti keseluruhan dalam makna lambang Persit adalah bahwa setiap anggota Persit Kartika Chandra Kirana harus memiliki watak dan sifat :

- Suci, setia, sepi ing pamrih rame ing gawe

- Ikhlas, rela, bijaksana dan cendekia

- Berani dan bertanggung jawab

Struktur Organisasi

Tugas Pokok

TUGAS POKOK PERSIT KARTIKA CHANDRA KIRANA
  1. Mendukung kebijaksanaan pemimpin TNI dengan membina dan mengarahkan perjuangan isteri anggota TNI Angkatan Darat, menciptakan rasa persaudaraan dan kekeluargaan, rasa persatuan dan kesatuan serta kesadaran nasional.
  2. Membantu Kepala Staf Angkatan Darat dalam pembinaan Isteri Prajurit dan keluarganya khususnya bidang mental, fisik, kesejahteraan dan moril sehingga dapat berpengaruh terhadap keberhasilan tugas prajurit.